Unsur-Unsur Jarimah Qadzaf

Unsur-Unsur Jarimah QadzafUnsur-Unsur Jarimah Qadzaf

  1. a)Adanya tuduhan atau menghilangkan nasab

Unsur ini dapat terpenuhi apabila pelaku menuduh korban dengan tuduhan melakukan zina atau tuduhan yang menghilangkan nasabnya, dan ia (pelaku/penuduh) tidak mampu membuktikan apa yang dituduhnya.

Tuduhan zina kadang-kadang menghilangkan nasab korban dan kadang-kadang tidak. Kata-kata seperti يا ابن الزنا  “hai anak zina”, menghilangkan nasab anaknya dan sekaligus menuduh ibunya berbuat zina. Sedangkan kata-kata seperti يا زاني  “hai pezina” hanya menuduh zina saja dan tidak menghilangkan nasab atau keturunannya

Dengan demikian, apabila kata-kata atau kalimat itu tidak berisi tuduhan zina atau menghilangkan nasabnya maka pelaku (penuduh) tidak dihukum dengan hukuman had, melainkan hanya dikenai hukuman ta’zir.

Tuduhan yang pelakunya (penuduhnya) dikenakan hukuman hadd, harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Kata-kata tuduhan harus tegas dan jelas, yaitu tidak mengandung pengertian lain selain tuduhan zina. Apabila tuduhan itu tidak sharih maka berarti ta’ridh atau tuduhan dengan kinayah hukumannya dipersilisihkan oleh ulama. Menurut Imam Abu Hanifah dan saah satu riwayat dari madzab Hambali, pelaku(penuduh) tidak dikenakan hukuman hadd, melainkan hukuman ta’zir. Adapun menurut madzab Syafi’i, apabila dengan kinayah itu memang diniatkan sebagai qadzaf maka penuduh dikenakan hukuman hadd. Akan tetapi, kalau tidak ada niat qadzaf maka penuduh tidak dikenai hadd. Menurut Imam Malik, apabila kata-kata kinayahnya bisa diartikan sebagi qadzaf, atau ada qarinah (tanda) yang menunjukkan bahwa pelaku sengaja menuduh maka ia dekenai hukuman had.

 

Sumber :

https://teknologia.co.id/