Teori Belajar Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Teori Belajar Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Teori Belajar Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Teori Belajar Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Hakikat Belajar
Belajar adalah suatu proses berkesinambungan yang terjadi pada individu seumur hidupnya. Menurut Slameto (2010 ; 2), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memproleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengamalannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Perubahan tingkah laku yang dimaksud dalam pengertian belajar menurut Slameto mempunyai cirri-ciri yaitu: 1). Perubahan terjadi secara sadar, 2). Perubahan dalam belajar bersifat kontiniu dan fungsional, 3). Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif, 4). Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara, 5). Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah, 6). Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku.
Robins (dalam Trianto: 2010 : 16 ) mendefenisikan belajar adalah :

Proses menciptakan hubungan antara sesuatu (pengetahuan) yang sudah dipahami dan sesuatu (pengetahuan) yang baru. Dalam defenisi tersebut dimensi belajar memuat beberapa unsur, yaitu: 1). Penciptaan hubungan, 2) sesuatu hal (pengetahuan) yang sudah dipahami dan 3). Sesuatu (pengetahuan) yang baru. Jadi dalam makna belajar, disini bukan berangkat dari sesuatu yang benar-benar belum diketahui (nol), tetapi merupakan keterkaitan dari dua pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan baru.

Hasil Belajar
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Jika dalam proses belajar tidak mendapatkan peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, maka dapat dikatakan seseorang itu gagal dalam proses belajar. Hasil belajar terjadi karena adanya evaluasi terhadap siswa oleh guru dalam proses pembelajaran.

Menurut Djamara (dalam Ekawarna, 2009 : 73) hasil belajar adalah :

Hasil yang diproleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dari dari dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas belajar yang biasanya dinyatakan dalam bentuk angka atau hufuf. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar juga dapat ditunjukkan dalam bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, ketrampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar.

Mulyono (2003 : 37), mengemukakan bahwa hasil belajar adalah :

Kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan. Belajar itu sendiri ,merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relative menetap. Dalam kegiatan belajar yang terprogram dan terkontrol yang disebut kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, tujuan belajar telah ditetapkan lebih dahulu oleh guru. Anak yang berhasil dalam belajar ialah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan-tujuan instruksional.

Menurut Romiszowski dalam Mulyono (2003 : 38) Mengemukakan bahwa :

Hasil belajar merupakan keluaran (output) dari satu sistim pemerosesan masukan (input) masukan dari sistem tersebut berupa bermacam-macam informasi sedangkan keluaranya adalah perubahan atau kinerja (Performance). Lebih lanjut dikemukakan bahwa perbuatan merupakan petunjuk bahwa proses belajar telah terjadi, dan hasil belajar dapat dikelompokkan menjadi dua macam saja, yaitu pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan terdiri dari 4 kategori yaitu : 1). Pengetahuan tentang fakta, 2). Pengetahuan tentang prosedur, 3). Pengetahuan tentang konsep, 4). Pengetahuan tentang prinsip. Sedangkan keterampilan juga terdiri dari 4 ketegori yaitu: 1). Ketrampilan untuk berfikir atau ketrampilan kogniti, 2). Ketrampilan untuk bertindak atau ketrampilan motorik, 3). Ketrampilan beraksi atau bersikap dan, 4). Ketrampilan berinteraksi.

Dick dan Raiser dalam Ekawarna (2009 : 73), mengemukakan bahwa :

hasil belajar adalah kemampuan-kemapuan yang dimiliki siswa sebagai hasil kegiatan pembelajaran, yang terdiri dari 4 macam, yaitu: pengetahuan, ketrampilan intelektual, ketrampilan motorik dan sikap. Sedangkan Bloom (dalam Ekawarna, 2009), membedakan hasil belajar menjadi 3 ranah, yaitu ranah kognitif (pengetahuan), ranah efektif (sikap), dan ranah psikomotorik (ketrampilan motorik).

Faktor-faktor yang mempengaruhi Hasil Belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi 2 faktor yang ada dari dalam individu (intern) dan luar individu (ekstern). Slavin dalam slameto (2003:15) :

1.    Faktor-faktor intern
Faktor intern adalah faktor yang berasal dari diri individu yang sedang mengalami proses belajar. Faktor intern ini meliputi :
a.    Faktor jasmani: kesehatan tubuh dalam kesiapan menerima pelajaran, cacat tubuh yang mempengaruhi secara langgsung atau tidaknya dalam proses belajar
b.    Faktor psikologis: intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan
c.    Faktor kelelahan: faktor kelelahan disini dibagi menjadi dua yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan itu mempengaruhi belajar, agar siswa dapat belajar dengan baik haruslah menghindari jangan sampai kelelahan dalam belajar, dan diusahakan bebas dari kelelahan.