Teknik Framing

Teknik Framing

Teknik Framing
Teknik Framing

Kita mungkin sering membingkai foto dalam sebuah frame dan memajangnya di tembok atau di atas meja. Pigura atau bingkai yang bagus bisa menarik perhatian seseorang dan melihat ke dalam foto. Pembingkaian tidak hanya sebatas dengan menggunakan pigura, ada satu tipe lagi framing yang bisa dilakukan pada saat memotret, dan bisa dikatakan sama efektifnya dengan framing cara tradisional.

Framing – Dibalik Dedaunan
Framing – Dibalik Dedaunan

Framing merupakan teknik bagaimana mengarahkan perhatian seseorang kepada subyek foto dengan membatasi elemen-elemen foto yang lain menggunakan sesuatu yang mengelilingi elemen Focal Point. Dengan komposisi framing, dapat menambah kesan dimensi dalam foto karena ada lapisan yang dibentuk antara frame dengan Focal Point sehingga secara visual lebih menarik. Selain itu, dengan membuat elemen lain mengisolasi subyek utama, dapat menuntun mata dan perhatian orang yang melihat foto kearah subyek utama tadi.

Framing – Bola
Framing – Bola

Keuntungan Framing
Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan melakukan framing yaitu:

Memberikan konteks pada foto, karena framing akan memberikan kesan sebuah pembatasan dan pemahaman terhadap lingkungkan yang dipotret.
Framing dengan Dedaunan
Framing dengan Dedaunan

Memberikan kedalaman pada foto, karena framing biasanya akan menempatkan sesuatu benda atau obyek pada foreground yang bisa memberikan dimensi pada foto.
Menuntun mata menuju ke Focal Point, karena framing berarti menutup ruang kosong dan memaksa mata menuju ke arah Focal Point yang dipilih.
Menggugah rasa keingin tahuan Seseorang, terkadang ketertarikan pada apa yang tidak terlihat bisa jadi sama besarnya dengan apa yang terlihat. Penggunaan framing yang tepat bisa membuat penikmat foto berpikir, bahkan berimajinasi apa yang ada di belakang frame tersebut.
Tips Komposisi Framing
Framing untuk sebuah foto bisa diaplikasikan dengan beragam bentuk serta ukuran, termasuk memotret melalui cabang-cabang pohon, jendela, terowongan, jembatan atau pintu.
Saat melakukan framing dalam foto, pikirkan dengan matang kesesuaian dan irama antara foreground (latar depan) dan background. Bicara mengenai framing dan irama, isolasi serta konteks
Framing tidak harus menutupi sekeliling Focal Point, bisa jadi hanya satu atau dua sisi pada foto. yang menjadi pertanyaan penting apakah dengan framing yang akan diambil bisa menonjolkan focal point atau malah sebaliknya? Terkadang aplikasi framing yang salah bisa menjadi sebuah pengalih perhatian bagi sebuah foto.
Pertimbangkan juga apakah framing yang akan diaplikasikan terfokus atau tidak, dalam beberapa kasus frame yang blur bisa membangkitkan mood serta kedalaman pada sebuah foto (gunakan Aperture lebar).
Frame yang terfokus dengan baik bisa membantu menambahkan konteks dalam foto (gunakan aperture kecil/sempit).

Sumber : https://www.quibblo.com/story/DBR5-5Ha/Dosenpendidikan-Introduces-High-School-Study-Materials-on-Their-Website