Stop Kekerasan saat Mendidik Anak

Stop Kekerasan saat Mendidik Anak

Stop Kekerasan saat Mendidik Anak
Stop Kekerasan saat Mendidik Anak

Tidak Ada Pola yang Instan

bandungekspres.co.id – Pendidikan yang utama adalah pendidikan dalam keluarga yang diberikan dengan penuh kesabaran dan kekuatan cinta. Itulah yang disampaikan, Psikolog Dr Seto Mulyadi SPsi MPSi atau yang akrab disapa Kak Seto dalam Parents Gathering yang digelar di Studio Kaliandra RCTV, kemarin (16/3).

Acara yang digelar Radar Cirebon (Bandung Ekspres Group) bekerja sama dengan Antangin Junior itu dihadiri lebih dari 600 peserta dan dihadiri oleh Wali Kota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH.

Dalam acara tersebut, Kak Seto meminta agar para orang tua hendaknya mendidik anak dengan penuh kasih sayang dan cinta. ”Saat ini sudah tidak zaman lagi mendidik anak dengan marah maupun kekerasan, sekarang ini prinsip mendidik anak adalah dengan cinta atau prilaku penuh kasih sayang,” ujarnya.

Kata Kak Seto, kalaupun anak berbuat kesalahan dan orang tua terpancing emosi, ada baiknya

segera diantisipasi dengan cinta. Salah satunya dengan tidak merendahkan harga diri anak. ”Disiplin dan tegas tetap perlu tapi bukan dengan cara marah-marah, memukul, memaki, dan sebagainya,” tutur Kak Seto.

Lain di keluarga, lain pula di sekolah. Bagi dia, kurikulum sekolah untuk anak saat ini terlalu berat. Bayangkan saja, anak pulang bisa sampai sore, masih ada PR pula.

”Belum lagi malamnya disuruh les mata pelajaran sama orang tuanya. Anak juga masih butuh main,” jelasnya.

Kak Seto menyarankan, orang tua harus kreatif untuk merangsang tumbuh

kembang anak. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. ”Bisa mendidik anak dengan cara mendongeng atau bernyanyi. Menurutnya, setiap anak itu unik, punya kemampuan dan minat yang berbeda-beda,” urainya.

”Yang terpenting, jangan paksa anak untuk jadi nomor satu dalam segala hal hanya untuk memenuhi ambisi kita sebagai orang tua. Ntar jadinya pengen jadi segalanya,” sarannya.

Selain Kak Seto, hadir pula Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Dr Hj Netty Prasetiyani Heryawan. Dalam penjelasannya, Netty mengatakan ada tiga jenis pola pengasuhan orangtua pada anaknya. Di antaranya orangtua nyasar, orangtua bayar, dan orangtua sadar.

Menurutnya, orang tua nyasar adalah yang menyalahkan kehadiran buah hatinya sebagai hal yang tidak diinginkan, mungkin karena ”Kebobolan”. Akibatnya adalah pengasuhan yang setengah hati.

Kemudian orang tua bayar, adalah orang tua yang ingin instan, yakni mengasuh anak-anaknya

dengan kekuatan uang. Anaknya mau cerdas, diikutikan les yang mahal atau memanggil guru privat. Dan orang tua sadar, orang tua yang sadar sejak di rahimnya dititipkan seorang anak, setiap hari diajak komunikasi. ”Sadar kalau mendidik anak tidak bisa secara instan,” katanya.

Untuk itu, kata Netty, peran ibu sebagai orang tua tentu sangat besar. Karena ibu berperan terhadap pembentukan karakter anak sejak dalam rahim hingga dewasa.

”Ibaratnya, ibu itu tangan kanannya mengayun, tangan kirinya mengguncang dunia. Tapi bukan hanya ibu saja, ayah pun harus membantu dan turut mengambil peran dalam mendidik anak,” pesannya.

 

Sumber :

http://bit.ly/2nDoIf7