Si Bodoh dan Keledai

Si Bodoh dan Keledai

Suatu hari, ada ayah dan anak yang berjalan kaki sambil menuntun keledainya menuju pasar. Mereka berpapasan dengan seorang pria yang berkata, “Dasar bodoh, ada keledai mengapa kalian malah jalan kaki?” Jadilah ayah itu meminta anaknya untuk menaiki keledai. Mereka pun melanjutkan perjalanan.

Tak lama, mereka kembali bertemu pria lain. Kali ini pria tersebut berkomentar, “Dasar anak muda pemalas. Kenapa ia enak-enakan naik keledai sementara ayahnya dibiarkan berjalan kaki?” Akhirnya, sang ayah meminta anaknya turun. Giliran ia yang naik keledai sementara anaknya berjalan kaki.

Belum jauh, mereka bertemu dengan sekelompok wanita yang berbisik satu sama lain, “Kasihan sekali anak itu. Ayahnya naik keledai sementara ia harus berjalan kaki.” Bingung harus bagaimana, akhirnya sang ayah mengajak anaknya untuk ikut menunggangi hewan peliharaannya.

Lagi-lagi, mereka bertemu penduduk setempat yang mencemooh, “Apakah kalian berdua tidak malu membuat keledai malang itu menanggung badan kalian yang besar?” Ayah dan anak itu pun turun. Setelah berpikir keras, akhirnya mereka memutuskan mengikat kaki keledai ke tiang. Mereka berdua lalu melanjutkan perjalanan sambil memanggul tiang dan keledai tersebut.

Orang-orang yang berpapasan pun tertawa melihat kebodohan mereka. Sampai di sebuah jembatan, salah satu ikatan kaki keledai terlepas dan membuatnya berontak. Sayang, si keledai malah jatuh ke sungai dan akhirnya tenggelam. Ayah dan anak itu pun kehilangan keledai mereka selama-lamanya.

Ada beberapa anak yang memiliki hati lembut dan sulit menolak permintaan orang lain. Terkadang mereka pun terlalu memikirkan perkataan orang-orang di sekitarnya dan mengabaikan kata hatinya sendiri.

Cerita dongeng anak sebelum tidur yang lucu karangan Aesop ini bisa Anda bacakan untuknya. Ingatkan ia bahwa kita tidak mungkin memuaskan semua orang di dunia ini. Lebih baik, lakukan apa yang menurut kita benar selama tidak merugikan orang lain.

Baca Juga :