Seutas Tali Yang Menahan Gajah

Seutas Tali Yang Menahan Gajah

Seutas Tali Yang Menahan Gajah
Seutas Tali Yang Menahan Gajah

Ketika berkunjung ke sebuah kebun binatang, Larry terpesona dengan gajah yang sedang menikmati hangatnya sinar siang hari. Hewan besar dengan kekuatan super ini nampak begitu tenang di sana, di taman khusus untuk gajah, tanpa dikurung dalam kandang. Perhatian Larry kemudian terusik melihat tali yang mengikat gajah itu. Ya, seutas tali. Larry heran, mengapa gajah sebesar ini hanya diikat dengan tali dan bukannya rantai? Dengan kondisi tanpa kandang demikian, tentu tidak sulit bagi gajah untuk memutuskan tali, membebaskan diri dan menyerang pengunjung. Namun nyatanya si gajah tampak baik-baik saja, tidak ingin melarikan diri dan belum pernah ada kabar gajah melepaskan diri dari kebun binatang ini. Kebetulan di dekat situ ada petugas kebun binatang, yang ternyata juga trainer gajah tersebut. Terdorong rasa penasaran, Larry mendekatinya dan bertanya, mengapa hewan sebesar dan sekuat itu hanya diikat dengan tali dan apakah selama ini dia pernah memutuskan tali pengikatnya untuk membebaskan diri. Pelatih gajah menjawab, gajah itu tidak pernah berusaha melepaskan diri karena sedari kecil telah diikat dengan tali berukuran sama. Saat kecil, tali itu cukup besar dan kuat untuk mengikat kakinya sehingga dia tidak pernah mampu memutuskannya. Seiring dewasa, dia tetap diikat dengan tali tersebut namun telah terbiasa dengan pikiran bahwa mereka tidak mampu memutuskannya. Mereka percaya tali itu masih sangat kuat dan tidak pernah mencoba untuk memutuskannya lagi. Larry terhenyak, hanya karena pernah gagal maka gajah itu tidak pernah berpikir untuk mencoba kembali, padahal dia terus tumbuh dan sekarang pasti tidak sulit baginya untuk memutuskan tali itu. Manusia pun tidak ada bedanya. Seringkali kita gagal dalam satu hal dan berkesimpulan ‘itu bukan bidangku’, ‘aku tidak berbakat di sana’ dan tidak pernah lagi mencoba. Atau jika ada kesempatan mencoba, maka ketakutan untuk gagal selalu membayangi, dan hasilnya, Anda benar-benar gagal lagi. Jangan pernah menerima batasan-batasan palsu yang diciptakan oleh masa lalu. Waktu berjalan, Anda terus belajar dan kali ini Anda pasti lebih kuat dan lebih mampu dari masa lalu. Mengapa tidak berani mencoba lagi

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/