Pengertian

  Pengertian

2.1.1.      Asuransi

Asuransi atau Pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan[1].

Ruang lingkup usaha asuransi sendiri adalah usaha jasa keuangan yang dengan menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi, memberi perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena suatu peristiwa yang tidak pasti atau terhadap hidup dan meninggalnya seseorang[2].

2.1.2.      Asuransi Syariah

Asuransi dalam bahasa Arab disebut at-ta’minyang diambil dari kata (أمن) yang memiliki arti perlindungan. Penanggung disebut mu’ammin, sedangkan tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min. Kata asuransi (at-Ta’min) dalam ensiklopedi hukum Islam adalah “Transaksi perjanjian antara dua pihak; pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran jika terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama sesuai dengan perjanjian yang dibuat”. Di Indonesia sendiri, asuransi Islam sering dikenal dengan istilah takaful[3], pengertian takaful sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Arti Kata Takaful

Secara bahasa, takaful تكافلberasal dari akar (ك ف ل) yang artinya menolong, memberi nafkah dan mengambil alih perkara seseorang. Pengertian ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Thaha ayat 40 dan QS. Al-Maidah ayat 85.

  1. Arti Takaful dalam Pengertian Muamalah

Takaful dalam muamalah berarti saling memikul resiko diantara sesama muslim sehingga antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko yang lainnya. Saling pikul resiko ini dilakukan atas dasar saling tolong menolong dalam kebaikan dengan cara, setiap orang mengeluarkan dana kebajikan (dana tabarru’) yang ditujukan untuk menanggung resiko tersebut. Takaful dengan pengertian seperti ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Maidah ayat 2.

Menurut Fatwa Dewan Asuransi Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Fatwa DSN No.21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah bagian pertama menyebutkan pengertian Asuransi Syariah (ta’min, takaful’ atau tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad atau perikatan yang sesuai dengan syariah.

 

Baca Juga :

https://belantaraindonesia.org/mystery-ancients-apk/