Pengawas guru diibaratkan seperti dokter

Pengawas guru diibaratkan seperti dokter

Pengawas guru diibaratkan seperti dokter
Pengawas guru diibaratkan seperti dokter

Pakar Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Prof Suharsimi

menganalogikan supervisi seperti klinik dalam bidang kedokteran. Yakni orang sakit yang datang ke klinik atas kemauan sendiri, tidak ada dokter meminta pasien untuk berobat ke kliniknya.

“Demikian pula guru. Guru yang bermasalah diharapkan datang ke pengawas untuk dibimbing. Guru menyatakan apa yang dirasakan lemah kemampuannya. Sehingga pengawas dapat memberikan bantuan sesuai yang dibutuhkan oleh guru tersebut,” ujarnya kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (12/9/2013).

Wanita yang akrab disapa Bunda Harsimi ini menuturkan, terdapat beberapa penyebab

ketidakberhasilan pengawasan cara ini, antara lain tidak ada guru yang secara aktif datang ke pengawas, masih banyak pengawas yang menempatkan diri sebagai sosok yang menakutkan karena kedudukan yang lebih tinggi.

Ada juga yang dikarenakan kekhawatiran guru akan kekurangannya diketahui orang lain atau guru merasa tidak mempunyai masalah. Karenanya, bisa dilakukan pengawasan klinis model lain yakni seperti dokter masa kini. Sebelum mendiagnosa penyakit pasien, ia menyuruh pasien ke laboratorium untuk memeriksakan diri,” tuturnya.

Dikatakannya, dari hasil laboratorium tersebut diketahui jenis penyakitnya

. Sama halnya pengawas mengumpulkan data tentang guru melalui kunjungan kelas, wawancara dengan siswa, mengamati kegiatan, mencermati dokumen, diskusi terfokus. “Dengan supervisi pendidikan yang baik dan benar, pasti akan meningkatkan mutu pendidikan,” tutur Suharsimi.”

 

 

Sumber :

https://www.behance.net/ojelhtcman4fb2