Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Demokrasi

Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Demokrasi.

Pendidikan demokrasi adalah suatu proses, pendekatan yang  digunakan secara komperhensip, pendidikan ini  hendaknya dilakukan secara kondusif baik di lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat, semua partisan dan komunitas terlibat di dalamnya. Pelatihan pendidikan demokrasi perlu diadakan bagi kepala sekolah, guru-guru, murid-murid, orang tua murid, dan komunitas  pemimpin yang merupakan esensial utama.  Perlu perhatian terhadap  latar belakang murid yang terlibat dalam proses  kehidupan demokrasi. Perhatian demokrasi harus berlangsung cukup lama, dan pembelajaran demokrasi  harus diintegrasikan dalam kurikulum secara praksis di sekolah  dan masyarakat (Setyo Raharjo, 2002; 28).

Pendidikan demokrasi pada hakekatnya membimbing peserta didik agar semakin  dewasa dalam  berdemokrasi dengan cara mensosialisasikan nilai-nilai demokrasi,  agar perilakunya mencerminkan kehidupan yang demokratis.  Dalam pendidikan demokrasi ada dua hal yang harus ditekankan, demokrasi sebagai  konsep dan demokrasi sebagai praksis.  Sebagai konsep berbicara mengenai  arti, makna dan sikap perilaku yang tergolong demokratis, sedang sebagai praksis sesungguhnya demokrasi  sudah menjadi sistem.  Sebagai suatu sistem kinerja demokrasi terikat  suatu peraturan main  tertentu, apabila dalam sistem itu ada orang yang tidak mentaati aturan  main yang telah disepakati bersama, maka aktiviatas itu akan merusak demokrasi dan menjadi anti demokrasi (Sunarso, 2004: 3).

  1. Visi dan Misi Pendidikan Demokrasi.

Visi      : Sebagai wahana substantif, pendagogis dan budaya social untuk membangun cita-cita, nilai, konsep, prinsip, sikap, dan keterampilan demokrasi dalam berkehidupan.

Misi     :

 – Memfasilitasi warganegara untuk mendapatkan berbagai akses serta menggunakannya dengan cerdas.

– Memfasilitasi warganegara untuk dapat melakukan kajian konseptual dan operasional secara cermat dan bertanggung jawab.

– Memfasilitasi warganegara untuk memperoleh dan memanfaatkan kesempatan   berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab.

  1. Landasan Demokrasi Pancasila.

Pancasila merupakan dasar falsafah bangsa dan negara yang mendasari segenap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, UUD 1945 sebagai dasar konstitusional negara Republik Indonesia juga berdasarkan pada Pancasila.

Setiap sila Pancasila merupakan suatu ajaran demokrasi, yaitu :

  • Sila “Ketuhanan Yang Maha Esa”

Berarti memberi kebebasan untuk menganut agama lain dan menghargai keyakinan orang lain.

  • Sila “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”

Mengajak orang untuk memperlakukan semua orang sama berdasar harkat dan martabatnya.

  • Sila “Persatuan Indonesia”

Bermakna bahwa persatuan lebih utama daripada perpecahan dan pertentangan.

  • Sila “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”

Menyatakan bahwa rakyatlah yang berdaulat dalam suatu negara.

  • Sila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”

Ini adalah suatu bentuk tujuan dari semokrasi di indonesia.

sumber :
https://teknologia.co.id/adventure-time-puzzle-quest-apk/