Pelayanan Preventif Stunting RSTKA di Pulau Sabu

Pelayanan Preventif Stunting RSTKA di Pulau Sabu

Pelayanan Preventif Stunting RSTKA di Pulau Sabu
Pelayanan Preventif Stunting RSTKA di Pulau Sabu

Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) yang sedang berlayar ke kepulauan Timur Indonesia

, setidaknya sejak 3-7 September 2019 telah melakukan pelayanan kepada 257 pasien di Pulau Sabu.

Setelah sebelumnya melakukan dharma bakti di Pulau Rote dan Pulau Pantar pada akhir Agustus lalu. RSTKA pun fokus pada penyuluhan stunting dan gizi kepada kader Puskesmas dan Posyandu.

Di Pulau Sabu, RSTKA tidak hanya melakukan pelayanan medis di atas kapal tetapi

juga melakukan pelayanan di RSUD Sabu. Di RSUD Sabu, RSTKA membantu pelayanan di Poli Umum, Anak, Mata, dan Bedah, dengan rincian pasien yakni; 59 pasien poli umum, 85 pasien poli mata, 20 pasien poli anak, 34 pasien poli bedah, 52 pasien operasi mata dan bedah serta 7 pasien FNAB.

Menurut Dr Henry Wibowo, selaku Sekretaris RSTKA, kolaborasi dilakukan jika di daerah

tersebut memiliki fasilitas kesehatan layak.

“Kalau ada fasilitas kesehatannya, biasanya kami kolaborasi. Tidak harus dilakukan di kapal. Lebih baik kalau ada faskes ya dilakukan di faskes” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penyakit yang sering ditemukan adalah katarak yang disebabkan oleh terlalu banyak terpapar sinar matahari karena melaut.

 

Sumber :

https://www.theamericanreporter.com/unit4-erps-new-product-is-capable-of-enhancing-users-experience/