Paradigma Baru Pendidikan

Paradigma Baru Pendidikan

Paradigma Baru Pendidikan

Persepsi publik terhadap pendidikan teknologi

terutama jalur professional, yang didesain  untuk memasuki lapangan kerja masih mendapatkan pendidikan professional (nongelar) hanya untuk siswa yang kurang cemerlang. Orang tua masih yakin bahwa pekerjaan yang baik hanya diperoleh lewat jalur pendidikan sarjana artinya pendidikan teknologi dan kejuruan  belum menduduki posisi yang berarti dalam panggung pendidikan kita. Menurut scott D. Johnson, sekurang-kurangnya tiga inisiatif yang penting diimplementasikan jika pendidikan teknologi ingin menjadi komponen yang berarti dalam panggung pendidikan secara menyeluruh.

Pertama bersekutu dengan industry, asosiasi profesi, dan instansi-instansi pemerintah yang mapan. Kedua, pendidikan teknologi harus menjadi tumpuan di dalam kurikulum  pendidikan dasar, dimana motivasi pribadi anak-anak  untuk belajar belum tercemar keterlibatan orang tua dalam sekolah anak-anaknya cenderung sangat baik. Pendidikan teknologi dapat menjadi landasan di dalam kurikulum pendidikan dasar dengan pemberian motivasi, pengalaman belajar interdisipliner yang memajukan kreativitas, pengembangan keterampilan  motorik, dan pemahaman prinsip-prinsip dasar sains melalui  penerapan teknologi. Ketiga pendidikan teknologi harus dapat melayani yang terbaik bagi semua anak, baik jalur bergelar maupun tidak.

Oleh karena itu, Householder (1999) menegaskan bahwa pendidikan teknologi harus:

  1. Memperluas landasan intelektual yang melatar belakangi  desain, manu faktur, konstruksi, komunikasi, transportasi, engineering,dan aristektur yang memenuhi  ruang teknik-teknik pengendalian alam dan dunia uatan manusia.
  2. Menjelaskan secara detail praktik dan body dan technologicalknowledge agar mudah dikenali dan sebagai basis sumber perencanaan  pembelajaran.
  3. Menyusun strategi pengembangan kurikulum yang komprehensif dan unik untuk mengintegrasikan praktik dan pengetahuan dengan pemahaman kontemporer tentang cara-cara belajar memperoleh pengetahuan  dan keterampilan.
  4. Mengekplorasi perbedaan individual dan kelompok, sehingga program yang tepat mungkin didesain secara integrasi dengan kerangka cultural  dan individual mereka.
  5. Mengkaji kontribusi  dengan di dibidang teknologi di dalam dan di atas masyarakat  kontemporer dengan visi yang jelas dan kritis untuk mencapai kualitas hidup generasi masa depan.

Baca Juga :