Manfaat Kunyit Untuk Kesehatan

Kunyit adalah makanan yang memiliki warna khas dan rasa yang khas. Kunyit tidak hanya digunakan sebagai bumbu, tetapi juga dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi masalah kesehatan. Jadi, apa manfaat kunyit bagi kesehatan?

Kandungan kunyit

Sebelum Anda menjelaskan manfaat kunyit bagi kesehatan, Anda juga harus tahu isinya. Rimpang merupakan bagian dari kunyit yang banyak digunakan. Manfaat kunyit dicapai oleh tubuh karena kandungan curcumin dan minyak atsiri.

Curcumin juga membantu memberi tanaman ini warna kuning-oranye. Sementara itu, minyak atsiri kunyit memiliki persentase 2,5% hingga 6,0%.

Bahan kimia berikut ditemukan dalam kunyit, termasuk:

  • Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin, dan dammar.
  • Mineral adalah besi magnesium, mangan, kalsium, natrium, kalium, timah, seng, kobalt, aluminium, dan bismut.
  • Pewarna curcumin yang merupakan senyawa diarilheptanoid 3-4% yang terdiri dari curcumin, dihydroxurcumin, desmetoxicurcumin dan bisdesmetoxicurcumin.
  • Minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan dari fenilpropanturmeron (aril-turmeron,
  • alpha-turmeron dan beta-turmeron), curcumol-curlon, atlantone, bisabolene, sesquifellandren, zingiberine, aryl-curcumen, humulent.

Manfaat Kunyit Untuk Kesehatan

Sekarang Anda sudah tahu isi kunyit, sekarang saatnya mengetahui manfaat kunyit secara umum. Di sektor kesehatan, kunyit dapat digunakan untuk mengobati:

1 bisul
Menurut penelitian, manfaat kesehatan dari kunyit juga dapat membantu mengurangi gejala perut kembung pada pasien dispepsia.

2. Ulkus lambung
Menurut beberapa penelitian, efektivitas kunyit bagi kesehatan adalah mengatasi sakit maag.

3. Ruam
Iritasi kulit akibat lichen planus (radang kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir) dapat diatasi dengan mengonsumsi produk-produk tertentu yang mengandung unsur kimia kunyit.

4. Kanker
Kunyit dapat digunakan untuk mengobati kanker, menurut sejumlah penelitian. Manfaat kunyit bagi tubuh dapat diperoleh karena kandungan curcumin dapat mengurangi pertumbuhan pembuluh darah baru pada tumor, penyebaran kanker dan kematian sel kanker. Manfaat kesehatan lain dari kunyit termasuk kemampuan untuk memperlambat penyebaran kanker payudara ke paru-paru dan bagian tubuh lainnya.

5. Meredakan rasa sakit saat menstruasi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manfaat kunyit bagi kesehatan juga dapat diperoleh dari suplemen gizi. Asupan suplemen yang mengandung kunyit dapat meredakan kram menstruasi. Tuduhan dalam hal ini, bagaimanapun, memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk membuktikan hal ini.

6. Atasi Alzheimer
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kunyit dapat menghambat akumulasi senyawa beta-amiloid yang merusak otak penyakit Alzheimer. Selain itu, plak yang ada dijelaskan di sana.

7. Meredakan rasa sakit
Di sektor kesehatan kunyit dapat digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit. Satu studi menunjukkan efektivitas curcumin sebagai obat untuk peradangan pada sendi. Senyawa ini merupakan inhibitor alami enzim cyclooxygenase (COX) -2.

8. Cegah Diabetes Tipe 2
Studi lain menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dari kunyit juga dapat mengurangi resistensi insulin dan mencegah diabetes tipe 2 pada tikus laboratorium.

9. Menjaga kesehatan kulit
Selain untuk kesehatan, manfaat kesehatan kunyit juga bermanfaat untuk perawatan kulit dan kecantikan. Karena kandungan antioksidannya, kunyit dapat membantu proses regenerasi kulit sekaligus mengurangi flek hitam pada kulit, jerawat dan masalah kulit lainnya.

10. Menjaga kesehatan jantung
Efektivitas kunyit, yang dikenal sebagai bumbu rempah, memiliki manfaat kesehatan, terutama bagi pasien jantung. Satu studi menunjukkan bahwa ekstrak kunyit memiliki sifat anti-oksidan dan anti-inflamasi yang dapat membantu mencegah serangan jantung pada pasien yang menjalani operasi bypass.

Selama operasi bypass, otot jantung dapat rusak oleh kurangnya aliran darah, yang meningkatkan risiko pasien menderita serangan jantung. Namun, hasil yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology menunjukkan bahwa curcumin dapat mengurangi risiko ini ketika ditambahkan ke terapi pengobatan konvensional.

Baca Juga :