Lapan kembangkan satelit operasional mikro

Lapan kembangkan satelit operasional mikro

Lapan kembangkan satelit operasional mikro

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berencana mengembangkan satelit operasional mikro yang rencananya mulai dilakukan setelah satelit A-5 diluncurkan tahun 2022.

“Untuk tahap awal, kami kembangkan dalam bentuk konstelasi,” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin setelah membuka Konferensi Internasional Elektronika Dirgantara dan Penginderaan Jauh (Icares) 2018 di Kuta, Bali, Kamis.

Menurut dia, pengembangan satelit operasional itu dilakukan setelah rangkaian

satelit mikro seri A berakhir diluncurkan yang merupakan seri eksperimen.

Dia menjelaskan, keputusan ini dengan mempertimbangkan banyaknya anggaran untuk membuat satelit berukuran besar dengan kisaran bobot 500-1.000 kilogram. Karena itu pihaknya mengubah strategi menuju pengembangan satelit operasional.

Strategi itu yakni meluncurkan beberapa satelit mikro dengan orbit masing-masing tetapi data bisa saling mendukung dan melengkapi atau disebut “konstelasi”.

Ia mencontohkan, untuk pemantauan pergerakan kapal yang dicurigai melakukan penangkapan secara ilegal misalnya, “Agar pemantauan dapat dilakukan secara akurat dari jam ke jam maka memerlukan enam satelit berbarengan.”

Selain untuk pemantauan kapal, satelit operasional di antaranya

juga digunakan untuk pengamatan atau pemotretan sumber daya alam, dan lingkungan yang dilakukan lebih profesional dibandingkan satelit seri A.

Thomas mengungkapkan anggaran untuk satelit mikro relatif terjangkau seperti Lapan A-1 membutuhkan biaya sekitar Rp30-50 miliar, begitu juga seri A-2 dan A-3, di bawah Rp100 miliar.

“Satelit mikro relatif lebih murah dan juga jadwal peluncurannya relatif lebih

cepat dibandingkan satelit ukuran besar,” katanya.

Pengembangan satelit operasional, lanjut dia, saat ini menunggu peluncuran satelit seri A-4 yang dijadwalkan pada tahun 2020 dan seri A-5 tahun 2022.

 

Baca Juga :