Ketua LP2M Unej Akui Ada Problem Komunikasi dengan Pemkab Jember

Ketua LP2M Unej Akui Ada Problem Komunikasi dengan Pemkab Jember

Ketua LP2M Unej Akui Ada Problem Komunikasi dengan Pemkab Jember
Ketua LP2M Unej Akui Ada Problem Komunikasi dengan Pemkab Jember

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember Achmad Subagio

mengakui adanya problem komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, selama ini.

“Kami selalu siap sedia membantu Jember. Kami punya hampir 4.500 mahasiswa yang selalu diturunkan tiap tahun ke desa-desa. Kami sudah turunkan di 450 desa, dan sudah sampai luar Jawa. Tanggapan mereka sangat antusias. Sayang sekali, sesampai di Jember, ada problem komunikasi yang kemudian (membuat) kami jadi kesulitan. Seolah-olah kami yang butuh, padahal kan tidak,” kata Subagio, dalam acara dialog publik putaran kedua yang digelar Unej dan Persatuan Wartawan Indonesia, di Gedung Kauje, Kabupaten Jember, Selasa (10/9/2019).

Subagio membandingkan dengan respons pemerintah daerah lain yang justru melayangkan surat

kepada Unej untuk meminta partisipasi. “Sayang sekali Kabupaten Jember tidak melakukan itu,” katanya.

Adanya kendala komunikasi juga terlihat dari pembangunan Rumah Pintar oleh Unej. “Universitas Jember sekarang bikin Rumah Pintar. Kami terapkan di beberapa kabupaten tapi belum di Jember. Kenapa tidak di Jember, saya akan menjawab di kemudian hari saja. Ada banyak halangan agar Kabupaten Jember mau menerima kehadiran Universitas Jember,” kata Subagio.

Rumah Pintar adalah program yang dikembangkan di beberapa desa, yang namanya

disesuaikan dengan kebutuhan.

“Misalnya di Bangka Barat kita mengembangkan Warung Sehat, tempat masyarakat mendapatkan informasi tentang kesehatan daan pangan, sekaligus berbelanja di sana. Ada juga Rumah KB. Konsepnya adalah menyediakan wahana bagi masyarakat untuk mendapat informasi bagi kebutuhan mereka,” kata Subagio, usai acara.

 

Sumber :

https://www.travelblog.org/Asia/Indonesia/Bali/Kuta/blog-1044063.html