Kekerasan Terhadap Istri Dalam Rumah Tangga

Kekerasan Terhadap Istri Dalam Rumah Tangga

Kekerasan Terhadap Istri Dalam Rumah Tangga
Kekerasan Terhadap Istri Dalam Rumah Tangga

Menurut pasal 1 Undang-undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga sebenarnya adalah: setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan dan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hokum dalam lingkup rumah tangga (UU No 23, 2004).

Kekerasan yang dilakukan oleh suami terhadap istri disebut juga kekerasandomestik (domestic violence). Kekerasan domestik atau kekerasan dalam rumahtangga juga disebut kekerasan keluarga. Sebenarnya kedua istilah tersebutmengandung arti yang tidak sama. Pengertian keluarga adalah adanya hubungandarah antara orang-orang dalam dalam rumah tangga sedangkan dalam pengertianrumah tangga adalah di dalam rumah tangga yang bersangkutan di samping antaraanggota rumah tangga adanya hubungan darah ada juga orang lain di rumahtangga itu karena hubungan ekonomi. Oleh karena demikian rumah tanggamengandung lingkup yang lebih luas dibandingkan dengan lingkup keluarga (Sukerti, 2009).

Tindak kekerasan terhadap perempuan adalah tindakan yang merusak fisik dan psikis seorang perempuan. Kekerasan secara fisik termasuk di dalamnya berupa penganiayaan, pemukulan atau bentuk kekerasan fisik lainnya. Sedangkan kekerasan psikis mencakup penghinaan, ancaman ataupun pelecehan seksual. Semuanya itu dapat merendahkan martabat dan menurunkan derajat kesehatan seorang perempuan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Studi mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh WHO di 10 negara yaitu: Bangladesh, Brazil, Ethiopia, Jepang, Namibia, Peru, Samoa, Serbia-Montenegro, Thailand, dan Tanzania, menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan suami merupakan bentuk kekerasan yang paling sering terjadi pada kehidupan seorang perempuan (Swasono dan Heriawan, 2007).

Derek (2005) wanita yang dianiaya didalam rumah tangga sebaiknya mencari bantuan dari sukarelawan hak-hak wanita atau dokter keluarga. Sebab jika tindakan itu tidak dihentikan maka kekerasan akan berlanjut dan bisa menyebabkan kerusakan yang parah pada wanita yang bersangkutan

Sumber : https://vhost.id/