Karya-Karya Tan Malaka

Karya-Karya Tan Malaka

Karya-Karya Tan Malaka
Karya-Karya Tan Malaka

Jika membaca karya-karya Tan Malaka yang meliputi semua bidang kemasyarakatan, kenegaraan, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan sampai kemiliteran (Gerpolek-Gerilya-Politik dan Ekonomi, 1948), maka akan ditemukan benang putih keilmiahan dan ke-Indonesia-an serta benang merah kemandirian, sikap konsisten yang jelas dalam gagasan-gagasan serta perjuangannya. Semua karya Tan Malaka dan permasalahannya didasari oleh kondisi Indonesia. Terutama rakyat Indonesia, situasi dan kondisi nusantara serta kebudayaan, sejarah lalu diakhiri dengan bagaimana mengarahkan pemecahan masalahnya. Hasil karya berbentuk buku Tan Malaka sangatlah banyak antara lain :

Nama Buku Tahun Nama Buku Tahun
Soviet atau Parlemen 1920 Aslia Bergabung 1943
SI Semarang dan Onderwijs 1921 Rencana Ekonomi Berjuang 1945
Dasar Pendidikan 1921 Muslihat 1945
Menuju Republik Indonesia 1924 Gerakan kiri dan Revolusi Indonesia 1945
Semangat Muda 1925 Pandangan Hidup 1948
Massa Actie 1926 Madilog 1948
Pari International 1927 Proklamasi 17/8/45 Isi & Pelaksanaanya 1948
Pari dan Nasionalisten 1927 Kuhandel di Kaliurang 1948
Pari dan PKI 1927 Islam dalam Tinjauan Madilog 1948
Manifesto Bangkok 1927 Gerpolek 1948
Dari Pendjara ke Pendjara, Autobiografi
  1. Federasi Republik Indonesia

Kekuasaan atas tanah Semenanjung Tanah Melayu dengan pusat armada singapura di dalam tangan imperialisme Inggris, bagi kita sebagai satu strategi umfasung senantiasa memaksa kita menjauhi medan perjuangan. Umfasung ini dilengkapi dengan Australia putih, anti warna kulit disebelah selatan. Kedudukan kita diantara Malaysa dengan Australia dan kapital Inggris yang sangat besar di Indonesia, membesarkan dan mengekalkan perhatian politik imperialisme Inggris atas semua kejadian di Indonesia.

Dalam program politik diajukannya Federasi Republik Indonesia. Dalam idealisme federasi ini juga mencakup Filipina dan Semenanjung Malaya. Gagasan ini merupakan embrio dari gagasan Gabungan Aslia (Asia Selatan, Tenggara, dan Australia) dalam rangka delapan negara gabungan dunia. Menurut Tan Malaka untuk memelihara perdamaian, dunia sebaiknya dibagi menjadi sekitar negara gabungan, yang mana masing-masing merupakan satuan geopolitik, ekonomi dan strategi pertahanan. Ia merumpamakan Anjing yang sama besarnya jarang tergoda berkelahi akan tetapi anjing besar mudah tergoda dengan anjing kecil, ini merupakan dasar pemikiran yang sederhana. Semuanya akhirnya terbukti adanya uni Eropa, Persatuan Negara Teluk, Persatuan Negara Afrika, ASEAN, dll.

Mengenai federasi Republik Indonesia bagi Tan Malaka sebagai bentuk bukan masalah fundamental yang bersifat mutlak, tak dapat ditawar lagi. Negara Republik Kesatuan Indonesia tidak menjadi masalah untuk mempersatukan Indonesia.

Baca :