Kajian Pendidikan Agama Islam

Kajian Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Islam, mencoba menampilkan model pendidikan anti korupsi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Pendidikan anti korupsi yang dimaksud disini adalah program pendidikan anti korupsi yang secara konsepsional disisipkan pada mata pelajaran yang sudah ada disekolah dalam bentuk perluasan tema yang sudah ada dalam kurikulum dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada pembelajaran anti korupsi, yaitu dengan model pendidikan anti korupsi integratif-inklusif dalam Pendidikan Agama Islam. Proses pendidikan harus menumbuhkan kepedulian sosial-normatif, membangun penalaran objektif, dan mengembangkan perspektif universalpada individu.

Bagaimana cara mensosialisasikan anti koruspi pada anak sejak dini? Salah satu jawabanya adalah mengajarkan sikap jujur dan bertanggung jawab kepada diri sendiri. Orang tua atau guru harus menjadi teladan bagi anak atau siswanya. Dalam pembelajaran, diperlukan prinsip modeling. Artinya, siswa atau anak dengan mudah akan melakukan suatu perilaku tertentu melalui proses peniruan pada sang model. Model ini bisa siapapun, apakah itu orang tua, guru, maupun orang-orang yang dikaguminya.

Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini kedalam kehidupan/proses belajar anak, diharapkan anak mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, dan akhirnya akan bersikap anti koruptif. Penanaman nilai ini tidak sebatas pada  mata pelajaran, tetapi perlu diberikan di semua lini pendidikan. Nilai ini hendaknya selalu direfleksikan kedalam setiap proses pembelajaran baik yang bersifat intra kurikuler maupun ekstra kurikuler.

Pendidikan harus mampu menjadi benteng moral. Sikap-sikap yang seharusnya ditanamkan adalah nilai-nilai anti korupsi seperti jujur dan bertanggung jawab. Sikap jujur dan bertanggung jawab dapat dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan yang beragam. Seperti mengajak siswa membayar zakat, sedekah, infak dan lain sebagainya. Dengan cara tersebut, akan mencegah mereka menjadi manusia yang  materialistik dan hedonistik, yang membuat hidupnya hanya ingin menumpuk harta, termasuk dengan cara yang tidak halal.

Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan anak didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa dan berahlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya Al Qur’an dan Hadits melalui bimbingan, pengajaran dan latihan (Junaedi, 2010)

Pendidikan Agama Islam adalah bagian integral dari pendidikan nasional sebagai suatu keseluruhan. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 37 ayat 1 menjelaskan bahwa, “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat antara lain pendidikan agama.” Dalam penjelasannya dinyatakan bahwa pendidikan agama dimaksudkan untuk membentuk anak menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berahlak mulia.

Sementara fungsi pengajaran agama Islam adalah untuk menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta membiasakan anak berahlak mulia. Menurut Zakiyah Daradjat (1989), fungsi pendidikan agama Islam, sebagai berikut :

  1. Menanamtumbuhkan rasa keimanan yang kuat
  2. Menumbuhkembangkan kebiasaan dalam melakukan amal ibadah, amal saleh dan ahlak yang mulia.
  3. Menumbuhkembangkan semangat untuk mengolah alam sekitar sebagai anugerah Allah SWT.

Dengan demikian, pendidikan agama di sekolah adalah sebagai salah satu bentuk pengembangan kemampuan siswa dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, yakni meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT serta kemuliaan ahlak.

Baca juga: