Kadisdik Jabar: Pemerintah Fokus Pembangunan Pendidikan di Daerah Terpencil

Kadisdik Jabar: Pemerintah Fokus Pembangunan Pendidikan di Daerah Terpencil

Kadisdik Jabar Pemerintah Fokus Pembangunan Pendidikan di Daerah Terpencil
Kadisdik Jabar Pemerintah Fokus Pembangunan Pendidikan di Daerah Terpencil

Pemerintah Provinsi Jawa Barat fokus pada pemerataan pendidikan

di daerah terpencil, terluar dan terdepan (3T). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi saat melakukan monitoring dan evaluasi penyelangaraan pendidikan di Garut Selatan.

Hadadi mengatakan, pemerataan pendidikan merupakan hal penting. Pemerataan pendidikan salah satunya membangun sarana prasarana sekolah dengan baik, sehingga siswa akan lebih nyaman dalam belajar. Setiap siswa berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang terbaik.

“Melalui kegiatan pendidikan yang berkualitas, tersedianya sekolah yang representatif salah satunya, kualitas sumber daya manusia di daerah terpencil bisa tercerahkan dan punya harapan lebih baik. Itulah yang menjadi fokus kami,” ujar Hadadi pada Sabtu, 6 Oktober 2018.

Pemerataan pendidikan ini menjadi fokus pemerintah sesuai dengan visi

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yaitu menciptakan Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan inovasi dan kolaborasi.  Dengan demikian, dengan pendidikan yang berkualitas, akan tercapai masyarakat Jawa Barat yang secara mental menjadi mental juara.

“Dengan penyelanggaraan pendidikan yang berkualitas, kelak siswa menjadi generasi emas yang bisa mengisi pembangunan, apakah di pemerintahan, politik, usaha dan kegiatan masyarakat yang lainnya,” ujar Hadadi.

Selain melaksanakan monitoring dan evaluasi, Hadadi meresmikan Peletakan Batu

Pertama Bantuan Provinsi Jawa Barat untuk SMK Negeri 15 Garut, SMA Negeri 27 Garut, dan SMA Negeri 31 Garut. Hadadi mengatakan, fokus pembangunan sekolah adalah untuk sekolah-sekolah yang penyelengaraan pendidikannya masih menempel pada sekolah lain, atau disebut dengan sekolah satu atap.

“Sekolah satu atap ini pastinya tidak nyaman untuk siswa dan minim fasilitas. Maka bekerja sama dengan PTPN VIII, kami mendapatkan alokasi lahan seluas satu hektar. Sehingga tahun ini dapat pastikan kita memulai pembangunan unit sekolah baru yang anggarannya dari APBD Provinsi Jawa Barat,” katanya.***

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/niat-mandi-wajib/