JENIS JENIS MASYARAKAT MULTIKULTURAL

JENIS JENIS MASYARAKAT MULTIKULTURAL

JENIS JENIS MASYARAKAT MULTIKULTURAL

1. MULTIKULTURAL ISOLASIONIS

Masyarakat multikultural pastinya memiliki banyak sekali jenis dan macamnya. Salah satunya adalah Multikultural solasionis, di mana paham ini diartikan sebagai masyarakat dengan sikap multikultural yang hanya bisa menerima satu kebudayaan lain saja.

Hal inilah yang membuat masyarakat ini dikatakan sebagai otonom, yaitu hanya dalam lingkup kecil karena hanya sedikit menggunakan paham dari masyarakat multikultural tersebut. Selain itu nama isolasionis juga didapatkan dari artian tersebut, karena hanya berada pada satu wilayah kecil dan tidak mencakup secara keseluruhan dari masyarakat yang ada.

2. MULTIKULTURAL AKOMODATIF

Masyarakat multikultural akomodatif merupakan masyarakat yang mayoritas dapat memimpin suatu wilayah dengan banyak kebudayaan lainnya. Di dalam masyarakat akomodatif pihak moyaoritaslah yang memegang kendali dengan membuat undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk kelestarian kebudayaan semuanya.

Pihak minoritas dalam masyarakat akomodatif ini berhak untuk menjaga serta mengembangkan kebudayaannya, sehingga kebudayaan mereka tetap bisa dilestarikan secara turun temurun. Masyarakat akomodatif ini banyak ditemui dan diterapkan di beberapa negara yang ada di Eropa.

3. MULTIKULTURAL OTONOMIS

Masyarakat multikultural otonomis adalah kebalikan dari multikultural akomodatif, di mana masyarakat dengan kebudayaan minoritas berhak untuk membuat kebudayaan yang mereka miliki bisa sejajar dengan kebudayaan lainnya. Multikultural otonomis ini menjunjung tinggi kesetaraan bagi setiap kelompok maupun organisasi yang memiliki kebudayaannya masing-masing.

Masyarakat dengan kebudayaan minoritas di sini menantang dan memperjuangkan dari kebudayaan yang dominan, sehingga terciptalah kesetaraan yang benar-benar sama antara kelompok minoritas dengan kelompok mayoritas tersebut. Kesetaraan tersebut bisa berupa hak dalam kerangka politik dalam suatu masyarakat multikultural.

4. MULTIKULTURAL KRITIKAL ATAU INTERAKTIF

Seperti namanya masyarakat multikultural kritikan atau interaktif merupakan masyarakat yang tidak terlalu ikut campur dalam pemerintah daerah otonom. Mereka lebih cenderung untuk aktif dalam membentuk dan mencerminkan perspektif-perspektif arau pendapat yang mereka miliki untuk membuat daerah otonom bisa lebih baik lagi.

Masyarakat multikultural kritikal ini sangat bagus untuk digunakan dalam sistem pemerintahan daerah otonom, di mana akan memperkecil adanya konflik dalam kebudayaan. Masyarakat ini cenderung lebih mementingkan kelangsungan kebudayaan bersama ketimbang mementingkan kebudayaannya sendiri.

5. MULTIKULTURAL KOSMOPOLITAN

Masyarakat multikultural kosmopolitan merupakan masyarakat dengan sistem yang benar-benar berbeda dengan lainnya. Dalam multikultural kosmopolitan ini cenderung berusaha menghapuskan kultural-kultural yang ada lalu menciptakan satu kultural untuk digunakan oleh setiap individu yang tergabung di dalam masyarakat multikultural kosmopolitan.


Baca Juga :