Faktor-Faktor Penyusunan Sistem Pengupahan

Faktor-Faktor Penyusunan Sistem Pengupahan

Untuk mendapatkan sistem perupahan yang baik perlu dilihat dari faktor-faktor di bawah ini :

Faktor-Faktor Penyusunan Sistem Pengupahan

  1. Kerja :

–    Kepuasan kerja

–    Insentif/Upah perangsang

–    Keinginan akan rasa aman

–    Lingkungan kerja (ergonomic)

–    Pengaruh kelompok

–    Rangsangan non-finansial

  1. Stabilitas Kerja dan Pendapatan :

–    Meningkatkan efisiensi usaha

–    Membuat pasar-pasar baru (diversivikasi usaha)

–    Waktu yang tepat untuk perubahan teknologi

–    Stabilitas upah dan pendapatan

  1. Pengaruh Waktu Kerja :

–    Hari kerja (per minggu)

–    Jam mulai dan jam pulang

–    Waktu istirahat

–    Hari libur

  1. Bantuan Keuangan Bagi Karyawan :

–    Bantuan Kesehatan

–    Koperasi Simpan Pinjam

–    Pinjaman Perusahaan

–    Uang Pesangon

–    Liburan dengan menerima pembayara

  1. Berikut Informasi Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah dikeluarkan masing-masing Regional atau Kabupaten yang bersangkutan.

Propinsi

Kabupaten

Sektor

2010

2011

2012

DKI Jakarta

Non Kabupaten

Non Sektor

1118009

1290000

0

Maluku

Non Kabupaten

Non Sektor

840000

900000

0

Nangroe Aceh Darussalam

Non Kabupaten

Non Sektor

1300000

0

0

Bangka Belitung

Non Kabupaten

Non Sektor

910000

1024000

1110000

Sulawesi Selatan

Non Kabupaten

Non Sektor

1000000

1100000

0

  1. Insentif
  1. Pengertian Insentif :

Menurut Heidjrahman Ranupandojo dan Suad Husnan (1984 : 1) : Insentif adalah pengupahan yang memberikan imbalan yang berbeda karena memang prestasi yang berbeda. Dua orang dengan jabatan yang sama dapat menerima insentif yang berbeda karena bergantung pada prestasi. Insentif adalah suatu bentuk dorongan finansial kepada karyawan sebagai balas jasa perusahaan kepada karyawan atas prestasi karyawan tersebut. Insentif merupakan sejumlah uang yang di tambahkan pada upah dasar yang di berikan perusahaan kepada karyawan

Menurut Nitisemito (1996:165), insentif adalah penghasilan tambahan yang akan diberikan kepada para karyawan yang dapat memberikan prestasi sesuai dengan yang telah ditetapkan.

  1. Tujuan Pemberian Insentif :

Fungsi utama dari insentif adalah untuk memberikan tanggungjawab dan dorongan kepada karyawan. Insentif menjamin bahwa karyawan akan mengarahkan usahanya untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan tujuan utama pemberian insentif adalah untuk meningkatkan produktivitas kerja individu maupun kelompok (Panggabean, 2002 : 93). Secara lebih spesifik tujuan pemberian Insentif dapat dibedakan dua golongan yaitu :

  1. Bagi Perusahaan.

Tujuan dari pelaksanaan insentif dalam perusahaan khususnya dalam kegiatan produksi adalah untuk meningkatkan produkstivitas kerja karyawan dengan jalan mendorong/merangsang agar karyawan :

–    Bekerja lebih bersemangat dan cepat.

–    Bekerja lebih disiplin.

–    Bekerja lebih kreatif.

–    Bagi Karyawan

  1. Bagi karyawan.

Dengan adanya pemberian insentif karyawan akan mendapat keuntungan :

–    Standar prestasi dapat diukur secara kuantitatif.

–    Standar prestasi di atas dapat digunakan sebagai dasar pemberian balas jasa yang diukur dalam bentuk uang.

–    Karyawan harus lebih giat agar dapat menerima uang lebih besar.

  1. Jenis/Tipe Insentif :

Menurut Manullang (1981:141), tipe insentif ada dua yaitu:

  1. Finansial insentif

Merupakan dorongan yang bersifat keuangan yang bukan saja meliputi gaji-gaji yang pantas. Tetapi juga termasuk didalamnya kemungkinan memperoleh bagian dari keuntungan perusahaan dan soal-soal kesejahteraan yang meliputi pemeliharaan jaminan hari tua, rekreasi, kesehatan dan lain-lain.

  1. Non finansial insentif.

Ada 2 elemen utama dari non finansial insentif, yaitu :

–    Keadaan pekerjaan yang memuaskan yang meliputi tempat kerja, jam kerja, tugas dan rekan kerja.

–    Sikap pimpinan terhadap keinginan masing-masing karyawan seperti jaminan pekerjaan, promosi, keluhan-keluhan, hiburan-hiburan dan hubungan dengan atasan.

Menurut Gary Dessler (1997 : 141), jenis rencana insentif secara umum adalah :

  1. Program insentif individual memberikan pemasukan lebih dan di atas gaji pokok kepada karyawan individual yang memenuhi satu standar kinerja individual spesifik. Bonus di tempat diberikan, umumnya untuk karyawan individual, atas prestasi yang belum diukur oleh standar, seperti contoh mengakui jam kerja yang lama yang digunakan karyawan tersebut bulan lalu.
  2. Program insentif kelompok adalah seperti rencana insentif individual namun memberi upah lebih dan di atas gaji pokok kepada semua anggota tim ketika kelompok atau tim secara kolektif mencapai satu standar yang khusus kinerja, produktivitas atau perilaku sehubungan dengan kerja lainnya.
  3. Rencana pembagian laba secara umum merupakan program insentif di seluruh organisasi yang memberikan kepada karyawan satu bagian (share) dari laba organisasi dalam satu periode khusus.
  4. Program pembagian perolehan (gain sharing) adalah rencana upah di seluruh organisasi yang dirancang untuk memberi imbalan kepada karyawan atas perbaikan dalam produktivitas organisasi.
  1. Proses pemberian insentif :

Menurut Harsono (1987 : 85) proses pemberian insentif dapat dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Proses Pemberian Insentif berdasarkan kelompok
  2. Proses Pemberian Insentif berdasarkan perorangan

Rencana insentif individu bertujuan untuk memberikan penghasilan tambahan selain gaji pokok bagi individu yang dapat mencapai standar prestasi tertentu. Sedangkan insentif akan diberikan kepada kelompok kerja apabila kinerja mereka juga melebihi standar yang telah ditetapkan (Panggabean, 2002 :90-91).

Menurut Oangabean (2002:91) Pemberian insentif terhadap kelompok dapat diberikan dengan cara:

–    Seluruh anggota menerima pembayaran yang sama dengan yang diterima oleh mereka yang paling tinggi prestasi kerjanya.

–    Semua anggota kelompok menerima pembayaran yang sama dengan pembayaran yang diterima oleh karyawan yang paling rendah prestasinya.

–    Semua anggota menerima pembayaran yang sama dengan rata-rata pembayaran yang diterima oleh kelompok.

baca juga :