Edukasi Masyarakat Melalui KKN

Edukasi Masyarakat Melalui KKN

Edukasi Masyarakat Melalui KKN
Edukasi Masyarakat Melalui KKN

1420 mahasiswa Universitas Langlangbuana saat ini sedang melaksanakan kuliah kerja

nyata sejak 6 agustus dan akan berakhir pada 6 september 2019.

Dengan tema ‘pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi’, UNLA menyelenggarakan KKN dengan dua bentuk yaitu KKNM Tematik Citarum Harum yang diselenggarakan di 19 wilayah di Kota Bandung dan KKNM Tematik Desa yang diselenggarakan di 19 desa yang berada di 9 kecamatan yaitu terletak di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur.

Berbagai macam program dilaksanakan oleh para mahasiswa UNLA, yaitu terbagi menjadi program peduli lingkungan dan program sosial lainnya. Program peduli lingkungan diantaranya adalah pengelolaan sampah seperti pembuatan ecobrick, recycle sampah berupa kerajinan berdaya jual, pembuatan bank sampah, pemilahan sampah anorganik dan organik, gerakan pungut sampah, rehabilitasi vertical garden, pembuatan LCO-lobang cerdas organik serta pembentukan rumah binaan.

Sedangkan program non fisik diantaranya pendataan ulang penderita stunting di Kabupaten Bandung Barat,

edukasi tentang anti narkoba dan seks bebas terhadap anak dan remaja, pembentukan mitra untuk renovasi TPS, pelatihan mengetik dengan 10 jari dsb.

Untuk itu, dalam kegiatan monitoring KKNM di Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan pada hari senin 26 agustus 2019, Rektor UNLA Dr.HR.Harry Anwar menyatakan bahwa seiring dengan tujuan dari KKNM Unla yaitu pengembangan bidang personality, community dan institutional development maka yang lebih utama adalah dalam pengembangan personality terutama di bidang hard skill dan soft skill.

Sehingga peran dosen pembimbing lapangan, dalam membimbing mahasiswanya harus dapat menemukan masalah, contohnya persoalan stunting yang tidak sama antara data di pemda dengan realita di lapangan. Maka mahasiswa KKN di wilayah tersebut harus dapat memperbaiki data tersebut dan menyampaikan temuan ke pihak pemda setempat. “Hal ini sangatlah penting, untuk pendataan yang benar dan untuk perbaikan ke depannya”, kata Harry.

Sementara itu, Ketua Pembina YPTBL Komjen Pol (Purn) Nana S. Permana dalam sambutannya

menyatakan bahwa para mahasiswa KKN harus dapat mengaplikasikan ilmu yang selama ini di dapat di kampus, melalui berbagai program yang dilaksanakan di lapangan. Semua program tersebut harus ditulis dalam bentuk karya ilmiah.

“yang diharapkan dari mahasiswa KKN Unla adalah pola pikir yang logis dan problem solver”, kata Nana.

Sebagai contoh, mahasiswa harus dapat membuka mindset masyarakat akan pentingnya kebersihan, hidup sehat dan perilaku yang sehat pula.

Mahasiswa juga memiliki tugas menggugah pola pikir masyarakat untuk mau melaksanakan wajib belajar 12 tahun, sehingga usia-usia produktif ini dapat bersekolah dengan baik, kata Nana menutup sambutannya.

Adapun kegiatan monitoring KKN ke Kabupaten Cianjur diikuti oleh Rektor, Ketua Pembina YPTBL, Anggota pembina YPTBL dan sejumlah team lainnya. Monitoring ini dilaksanakan secara bergilir ke berbagai wilayah tempat KKN Unla dengan tujuan untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan KKN dan juga untuk memperoleh umpan balik sebagai hasil integrasi mahasiswa dengan masyarakat. (adv)

 

Sumber :

https://revistas2.uepg.br/index.php/ahu/comment/view/11260/0/24179