DK3B-PHRI Kota Bogor Jalin Kerja Sama

DK3B-PHRI Kota Bogor Jalin Kerja Sama

 

DK3B-PHRI Kota Bogor Jalin Kerja Sama

Kebudayaan Kota Bogor

Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) melakukan penandatangan kesepakatan (Mou) dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (12/12/2018) malam.

“Semoga apa yang kita lakukan malam ini menjadi kegiatan awal untuk menunjang kegiatan event tahunan festival Tunggul Kawung yang rencananya dilaksanakan Rabu (19/12),” kata Wakil Wali Kota Bogor yang juga Ketua DK3B usai penandatangan.

Dihadapan semua yang hadir

Usmar berharap Festival Tunggul Kawung menjadi festival terbesar di Kota Bogor, khususnya bagi insan kebudayaan dan kesenian agar dimanfaatkan menjadi festival monumental penutup tahun.

Sebelum penandatanganan kegiatan diawali dengan diskusi sinergitas dunia pariwisata dan potensi seni budaya Kota Bogor yang dihadiri para stakeholder, penunjang berbagai kegiatan kebudayaan dan kesenian di Kota Bogor. Hal ini menurutnya merupakan salah satu program yang cukup strategis sejak DK3B diresmikan 2015 lalu.

Kehadiran DK3B

Kehadiran DK3B diharapkan bisa memfasilitasi seluruh unsur yang melakukan kegiatan berkebudayaan, berkesenian yang tidak sekedar menjadi tontonan tapi juga menjadi tuntunan bagi semua di era globalisasi yang tentunya mengalami peningkatan.

“Dengan nilai-nilai tersebut harus mampu memberikan edukasi dan ekonomi yang bisa memberikan kehidupan bagi para pelaku, penggiat dan siapapun yang terlibat didalamnya,” katanya.

Usmar menerangkan, kontribusi jasa pariwisata di Kota Bogor sebagai penyumbang PAD Kota Bogor cukup besar. Bahkan peran jasa pariwisata utamanya dari aspek ekonomi kreatif akan menjadi salah satu unggulan pemasukan negara yang ditarget pada 2019 di angka Rp. 2.100 triliun.

Sementara tahun 2019 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor menargetkan kunjungan wisata sebesar 7 juta, dengan jaringan yang dimiliki Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Usmar meyakini target tersebut akan tercapai.

“Kami optimis dapat meningkatkan angka kunjungan wisata sekaligus menggenjot peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Potensi seni budaya yang dimiliki Kota Bogor diperhitungkan dan dinilai sangat baik di tingkat Jawa Barat,” ujar Kepala Disparbud Kota Bogor, Shahlan Rasyidi.

Dengan penandatanganan yang dilakukan DKKB dan PHRI kota Bogor, Shahlan berharap kedepan terciptanya sinergitas sesuai dengan visi dan misi Pemkot Bogor dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan dan kesenian Kota Bogor.

Atas kesepakatan yang terjalin

Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay menilai unsur seni dan budaya tidak bisa dilepaskan dari dunia pariwisata.

“Upaya mensinergikan budaya dan seni ke dalam paket hotel dan pariwisata, sudah seharusnya akan lebih mudah terwujud melalui sinergitas ini,” ungkap Yuno.

 

Artikel Terkait: