ciri ciri hukum gerak sejarah

Pengertian-Pengertian Dasar Tentang Gerak Sejarah

Gerak sejarah adalah suatu alur yang menggambarkan bagaimana jalannya proses sejarah, yakni berupa suatu pola kejadian dalam berbagai peristiwa kehidupan manusia[1]. Sejarah adalah manusia, aktor,penulis, dan peminatnya adalah manusia. Maka manusialah yang dipandang sebagai inti dari sejarah. Oleh sebab itu dapat dipahami apabila masalah itu dipandang sebagai akibat daripada pada pendapat manusia tentang dirinya, yaitu:
1.Manusia bebas menentukan nasibnya sendiri (interpersional Otonom)
2.Manusia tidak benbas menentukan nasibnya atau manusia ditentukan oleh kekuatan diluar pribadinya (Heteronom atau Determinism)
Dari dua faham diatas Heteronom atau determinism adalah faham yang tertua.

Menurut kepercayaan manusia tentang penentu nasibnya adalah :

A). Alam dan sekitarnya
B). Kekuatan
C). Tuhan
Pada umumnya orang lebih condong menerima kekuatan diluar pribadinya daripada ia percaya bahwa segala sesuatu itu ditentukan oleh diri sendiri. (Ali, 2012, hal. 82-83)
2.1.1 Gerak Sejarah Menurut Hukum Fatum
Salah satu sendi pemikiran Yunani adalah anggapan tentang alam dan manusia. Pada dasarnya alam rayaa sama dengan alam kecil yaitu manusia. Makro kosmos sama dengan mikro kosmos. kosmos menunjukkan bahwa alam teratur dan di alam itu hukum alam berkuasa. Hukum yang berlaku dalam makro dan mikro kosmos yaitu alam raya dan alam manusia dikuasai oleh nasib (kadar) yaitu suatu kekuatan gaib yang menguasai makrocosmos-mikrocosmos.
Perjalanan hidup alam semesta ditentukan oleh nasib perjalanan matahari, bulan, bintang, manusia dan sebagainya. Tak dapat menyimpang dari jalan yang sudah ditentukan oleh nasib.Hukum alam yang menjadi dasar dari segala hukum kosmos ialah hukum lingkaran atau hukum cyclus (siklus). Setiap kejadian, setiap peristiwa akan terjadi lagi, terulang lagi. Hukum cyclus di Indonesia di sebut dengan cakra manggilingan yang berarti bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri dari cakram itu dan bahwa segala kejadian-peristiwa berlangsung dengan pasti. Cakram adalah lambang nasib (kadar) yang berputar terus serba abadi tanpa putus.
Qadar ,nasib atau Fatum bagi alam Yunani merupakan kekuatan tanggal yang tak dikenal dan tak perlu dikenal. Penggerak kosmos diterima pemberiannya dengan gembira. Oleh sebab itu, cerita sejarah dari masa itu melukiskan kejadian-peristiwa dengan rasa gembira dan menyerah kepada qadar. (Ali, 2012, hal. 83-85)

Artikel Terbaru