Cara hidup Jamur

Cara hidup Jamur

Jamur adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Jamur memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Jamur sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal Jamur sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak).

Jamur adalah eukariota, dan sebagian besar adalah eukariota multiseluler. Meskipun Jamur pernah dikelompakkan ke dalam kingdom tumbuhan, Jamur adalah organisme unik yang umumnya berbeda dari eukariota lainnya ditinjau dari cara memperoleh makanan, organisasi stuktural, serta pertumbuhan dan reproduksi Campbell (2003). Jamur atau cendawan terdiri dari kapan dan khamir. Kapang bersifat filamentus, sedangkan khamir biasanya bersifat uniseluler (Pelczar, 1986).

Jamur adalah heterotrof yang mendapatkan nutriennya melalui penyerapan (absorpsi). Dalam cara ini, Jamur akan mencerna makanan diluar tubuhnya dengan cara mensekresikan enzim-enzim hidrolitik yang sangat ampuh kedalam makanan tersebut. Enzim-enzim itu akan menguraikan molekul kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana yang dapat diserap dan digunakan oleh Jamur.

Jamur dapat hidup dari benda organik mati yang terlarut , yang disebut dengan saprofit. Saprofit menghancurkan sisa-sisa ttumbuhan dan hewan yang kompleks dan menguraikannya menjadi zat-zat kimia yang lebih sederhana, yang kemudian dikembalikan ke dalam tanah, dan selanjutnya meningkatkan kesuburan. Makanan Jamur dapat berasal dari sumber-sumber seperti tanah subur, produk makanan yang dibuat oleh pabrik, dan tubuh hewan dan tumbuhan (baik yang mati maupun yang hidup).

Jamur parasitik menyerap zat-zat makanan dari inang yang masih hidup. Beberapa jenis Jamur misalnya seperti spesies tertentu yan menginfeksi paru-paru manusia, bersifat patogenik (2003). Disamping itu Funfi juga hidup dalam bentuk dismorfisme yaitu Jamur dapat ada dalam bentuk uniseluler (Khamir) dan bentuk benang/filamen (Kapang). Fase khamir timbul bila organisme itu sebagai parasit atau patogen dalam jaringan sedangkan bentuk kapang jika organisme itu merupakan saprofit dalam tanah atau dalam medium laboratorium.

Manfaat dari adanya Jamur adalah pada Jamur yang hidup sebagai saprofit dapat membantu proses pengambilan mineral dari tanah bagi inangnya, disamping itu Jamur saprofit juga penting dala fermentasi industri, misalnya pembuatan anggur, bir, dan produksi antibiotik seperti penisilin. Peragian adonan dan pemesakan beberapa keju juga bergantung pada kegiatan cendawan.

Selain sifat yang menguntungkan, Jamur juga memiliki sifat yang merugikan, Jamur dapat membusukkan kayu, tekstil, makanan dan lain-lain. Disamping itu Jamur juga dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan, salah satu contoh cendawan patogen adalah Histoplasma capsulacum yang menyebabkan histoplomosis (infeksi mikosis pada sistem retikuloendotelium yang meliputi banyak organ) (Pelczar, 1986).

Cara hidup Jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme Jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu Jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.

Habitat Jamur

Jamur menempati lingkungan yang sangat beragam yang berasosiasi secara simbiotik dengan banyak organisme. Meskipun paling sering ditemukan pada habitat darat, Jamur juga hiudp dilingkungan akuatik, dimana Jamur tersebut berasosiasi dengan organisme laut dan air tawar serta bangkainya. Lichen, perpaduan antara Jamur dan alga, banyak terdapat dimana-mana dan ditemukan pada beberapa tempat yang tidak bersahabat sepeti gurun yang dingin dan kering di Antartika, tundra alpin dan artik. Jamur simbiotik lainnya hidup dalam jaringan tumbuhan yang sehat dan spesies lain membentuk mutualisme-mutualisme pengkomsumsi selulosa dengan serangga, semut dan rayap.

Golongan Jamur yang termasuk hidup dalam air adalah oomycota dan chytridiomycota, sedangkan golongan Jamur yang hidup di darat (tanah) misalnya, Mucorales, Ascomycota, deuteremycetes dan beberapa Peronosporales.

Sumber: https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/kinemaster-pro/