10 Ruang Kelas Baru Tingkat SMA Siap Dibangun

10 Ruang Kelas Baru Tingkat SMA Siap Dibangun

10 Ruang Kelas Baru Tingkat SMA Siap Dibangun
10 Ruang Kelas Baru Tingkat SMA Siap Dibangun

Tahun ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bandung Barat

bakal menerima bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) tingkat SMA sebanyak 10 kelas. Sementara anggaran dari APBD 2016 sendiri masih diprioritaskan kepada peningkatan mutu pendidikan lainnya.

Kepala Bidang SMA Disdikpora Kabupaten Bandung Barat Hasanudin mengungkapkan,

pembangunan RKB ini sangat diperlukan oleh para siswa. Pasalnya, masih banyak kekurangan RKB untuk menunjang proses belajar mengajar setiap harinya. Selain itu, pihaknya masih mengandalkan anggaran dari pusat dan provinsi untuk pembangunan RKB ini. ”APBD 2016 ini masih diprioritaskan untuk peningkatan mutu pendidikan yang lainnya. Sekarang baru disetujui 10 RKB, seperti dua kelas untuk SMA Cisarua dan dua kelas untuk SMA Cikalongwetan,” katanya kepada wartawan kemarin di Ngamprah.

Pengajuan yang disetujui untuk penambahan RKB tahun ini turun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya tercatat ada 33 penambahan RKB yang disetujui pemerintah pusat dan provinsi dengan jumlah anggaran sebesar Rp165 miliar berikut untuk kebutuhan meubelair. ”Mudah-mudahan bisa bertambah lagi bantuan RKB untuk Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, dalam pengajuan RKB ini, akan tergantung dari data pokok pendidik

(dakodik) yang diterima Kementerian Pendidikan. Pasalnya, Kementerian Pendidikan juga akan mempertimbangkan dari data dakodik tersebut, berapa kelas yang dibutuhkan setiap sekolah jika dibandingkan dengan jumlah siswa yang ada. ”Kementerian juga bisa mengukur jumlah siswa berapa dan butuh kelas berapa,” ucapnya.

Disinggung soal Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat untuk RKB, dia mengatakan, tahun ini tidak ada anggaran DAK dari pusat baik untuk RKB atau kebutuhan lainnya. Sementara untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) naik dari yang sebelumnya Rp1,2 juta persiswa, tahun ini menjadi Rp1,4 juta persiswa.

”Paling peningkatan untuk dana Bos bagi para siswanya. Ini juga hal positif untuk membantu para siswa terutama bagi yang kurang mampu,” tandasnya.

 

Sumber :

https://miralaonline.net/teks-editorial/